Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus berupaya menjaga dan memperkuat kedaulatan bahasa Indonesia serta melestarikan bahasa daerah. Penegasan atas komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan naskah kerja sama antara Badan Bahasa Kemendikdasmen dengan empat mitra strategis yaitu Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), dan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI).
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret wujudkan partipasi semesta dalam menjalankan misi mulia menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan memperkuat eksistensinya di tengah tantangan global. Ia juga menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor mendorong generasi muda agar bangga menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, juga melestarikan bahasa daerah yang semakin terancam punah.
“Penandatangan perjanjian kerja sama hari ini akan memperkuat kolaborasi untuk menjalankan misi menjaga kedaulatan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan memperkuat eksistensinya di tengah tantangan global. Sinergi lintas sektor ini sangat dibutuhkan, semoga memberikan manfaat,” tuturnya di Aula Sasadu, Kantor Badan Bahasa, Jakarta, Selasa (6/5).
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menutup rangkaian kegiatan dengan menegaskan pentingnya strategi “Trigatra Bangun Bahasa”, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Ia juga menyampaikan bahwa uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) akan menjadi instrumen penting di dunia pendidikan dan seleksi jabatan, serta sebagai upaya mengukur kualitas kemahiran berbahasa Indonesia di kalangan pelajar, mahasiswa, dan aparatur sipil negara. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis yang membawa dampak nyata dalam memperkuat posisi bahasa dan sastra Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Senada dengan itu, Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, dalam laporannya menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kebutuhan yang mendesak untuk menjaga eksistensi dan kedaulatan bahasa Indonesia. “Sinergi antara lembaga pemerintah dan komunitas akademik menjadi kunci dalam mewujudkan visi Trigatra Bangun Bahasa,” ujar Ganjar.
Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut juga digelar diskusi panel yang mengangkat tema “Sinergi Pemerintah Pusat/Daerah, Akademisi, dan Komunitas Bahasa dan Sastra dalam Penguatan Kedaulatan Bahasa Indonesia”. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut antara lain Kepala Badan Bahasa, Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat, OIKN, Alimuddin, Rektor UMT H. Desri Arwen, serta Ketua HISKI Novi Anoegrajekti. Panel ini menyoroti berbagai tantangan dan peluang dalam memperkuat fungsi bahasa Indonesia, termasuk pentingnya membangun ekosistem bahasa di masyarakat, dunia pendidikan, serta ruang-ruang publik.
Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerja sama antara Badan Bahasa dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Universitas Muhammadiyah Tangerang, dan HISKI.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama untuk Menjaga Kedaulatan Bahasa Indonesia, sebagai wujud nyata kepedulian bersama terhadap pentingnya menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional, selain itu juga sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik dan Dokumen Resmi Pemerintahan Daerah. Melalui peraturan tersebut, pemerintah daerah didorong untuk berperan aktif dalam membina dan mengawasi penggunaan bahasa Indonesia secara tepat, sekaligus menjaga keberadaan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya setempat.
Dalam pernyataannya, Ketua HISKI Novi Anoegrajekti menyebut kerja sama ini sebagai bentuk komitmen nyata untuk mendorong pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia melalui riset dan aktivitas akademik. Sementara itu, Rektor UMT, H. Desri Arwen, menggarisbawahi pentingnya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi, serta mengajak sivitas akademika untuk lebih aktif menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan ilmiah dan komunikasi sehari-hari, serta penggunaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para mahasiswa.
Deputi Otorita, IKN Alimuddin, menyampaikan keprihatinan atas punahnya beberapa bahasa daerah seperti bahasa Paser di Kalimantan Timur. Ia menekankan bahwa pembangunan IKN sebagai ibu kota baru Indonesia harus memperhatikan aspek budaya dan bahasa sebagai identitas bangsa. Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat juga menyampaikan tantangan di daerahnya, di mana penggunaan bahasa Indonesia mulai tergeser oleh bahasa lokal dan asing. Ia menegaskan pentingnya dukungan terhadap literasi bahasa Indonesia dan penyediaan sumber daya pengajar di tingkat daerah.
