BERANDA

KASI KURIKULUM PADA PENILAIAN SMP DAN SD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TANJABBAR HARAPKAN KESUKSESAN UNBK

Kuala Tungkal,- 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 7 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah mendaftarkan  untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Pelaksanaan UNBK yang telah di laksanakan terkesan banyak kelemahan dan belum mampu hal ini di buktikan dengan nilai yang lebih rendah dibanding Pelaksaan Ujian Nasional yang biasa dilaksanakan terkait hal tersebut Siti Fatimah Kasi Kurikulum pada Penilaian SMP dan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tanjabbar berharap Sistem UNBK yang perdana dilakukan di Kab. Tanjabbar bisa mensetarakan dengan Kabupaten Lain selain itu juga nilai yang di hasilkan lebih baik

Selain Itu Juga Siti Fatimah Mengatakan degan UNBK dapat memajukan Teknologi kita di kabupaten Tanjung Jabung Barat

TIM SABER PUNGLI TANJABBAR BERIKAN SOSIALISASI KEPADA KEPSEK DAN KEPALA UPTD

KUALA TUNGKAL – Puluhan Kepala Sekolah mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas dan kepala UPTD se Tanjab Barat, antusias mengikuti jalannya sosialisai Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Ketua Saberpungli KOMPOL Hendri Batubara di Aula Gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanjabbar, Rabu (25/10) pukul 09.00 Wib.

Turut hadir dalam acara sosialisasi Wakil I tim Saber Pungli Tanjabbar Drs. R. Gatot Suwarso, Wakil II Ikrar Demarkasi, SH, MH yang diwakili Kasi Datun Kejari Tanjabbar Teguh Sukemi, SH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Martunis. M. Yusuf, S.Pd, M.Pd, serta puluhan peserta sosialisasi.

“Kami telah melaksanakan kegiatan saber pungli. Acaranya padat, baik dan terjadi komunikasi dua arah,” ungkap Wakapolres KOMPOL Hendri Batubara usai mengisi acara sosialisasi Saber Pungli rabu (25/10/17).

KOMPOL Henri mengaku sangat senang melihat antusias dari peserta yang jumlahnya kurang lebih 80 orang tersebut, dalam mengikuti jalannya sosialisasi.

“Kita sangat senang melihat antusias dari para peserta. Sasaran saber pungli sebetulnya, tempat-tempat pelayanan umum. Baik itu yang ada di Kepolisian dan Instansi – Instansi terkait lainnya. Dan pada dasarnya tempat pelayanan umum,” jelasnya.

Terkait sanksi yang diberikan sebut Henri, itu berpariasi. Dalam memberikan tindakan bagi mereka yang tertangkap tangan melakukan Pungli, pihaknya memakai undang-undang termasuk KUHP.

“Untuk di Tanjab Barat kita masih fokus pada sosialisasi sebagai langkah pencegahan,” tukasnya.

Hal serupa juga dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Barat H. Martunis M. Yusuf, yang turut menghadiri acara. Ia menyebutkan pihaknya menyambut baik dengan diadakannya sosialisasi.

“Jelas kita menyambut baik sosialisasi yang dilakukan tim saber pungli. Hal ini juga terlihat dengan antusiasnya peserta dalam mengikuti jalannya acara,” katanya.

Menurutnya, proses pembelajaran dalam mengenali pungli itu senidiri sangat penting.

“Pembelajaran akan pungli itu sendiri sangat penting untuk diketahui. Agar saat menjalankan tugas dalam memberikan pelayanan tidak ada menyangkut sedikit pun perbuatan yang ada kaitannya dengan pungutan liar itu sendiri,” sebutnya singkat.

Sumber : Lintas Tungkal

44 GRUP HABSYI DAN HADRAH RAMAIKAN FESTIVAL HABSYI BERHADRAH DAN HADRAH DAN TRADISI

KUALA TUNGKAL – Sebanyak 44 grup habsyi dan hadrah se Kabupaten Tanjabbar turut ramaikan Festival Habsyi Berhadrah dan Hadrah Tradisi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjabbar.

“44 grup tersebut 23 grup Habsyi dan 21 Grup Hadrah, berasal dari utusan remaja masjid, pesantren, madrasah, sekolag organisasi dan sanggar se Tanjabbar,” terang H. Yusuf, M.Pd di Gedung Runtuh, Senin malam (25/9/17).

Kegiatan Festival Habsyi Berhadrah dan Hadrah Tradisi itu sendiri yang pertama kali dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1439H/2017M. Sebelumnya dilaksanakan oleh Ninas Parpora.

Tujuannya untuk menjaga dan melestarikan nilai agamis yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai pondasi jalinan ukhuwah Islamiyah.

“Kemusian sebagai sarana untuk melestarikan habsyi berhabsi dan hadrah tradisi yang telah dilaksanakan turun temurun oleh masyarakat Tanjabbar,” jelas Yusuf.

Festival ini telah dibuka oleh Sekda Drs. H. Ambok Tuo, MM, akan berlangsung dari tanggal 25 September hingga 02 Oktober 2017 mendatang.

Sumber : Lintas Tungkal